.Kita tahu bahwa kemerdekaan itu tak di capai dengan mudahnya, namun harus dengan pengorbanan yang tak sedikit, sudah tugas kita sebagai penerus bangsa untk mempertahankan kemerdekaan ini, dengan segala cara dan daya upaya.
Kini rasanya kata medeka dan cinta tanah air itu hanyalah isapan jempol belaka. walau secara De Jure kita telah merdeka, namun budaya kita masih sering di jarah, siapa yang harus disalahkan sekarang? Presiden?. Ketika saya tanya kepada seorang pemuda, "apa buktinya anda cinta tanah air anda?" dia menjawab "dengan hormat pada bendera saat upacara" lalu saya tana lagi " hanya itu?" dengan malu malu dia menjawab "YA", jadi itujah yang selama ini ada di hati kita? jadi kita hanya cinta pada Indonesia saat hari senin dan 17 Agustus?
Bangsa yang besar adalah yang menghargai jasa para pahlawannya, apakah kita layak disebut bangsa yang besar jika kita tak mencintai Tanah Air kita yang notabene adalah hasil dari jasa pahlawan kita hingga tanah air kita bisa MERDEKA?
Mungkin kita telah salah mengartikan apa itu cinta tanah air.kalau hanya hormat dan mencium bendera saja dan tak ada tinadakan riil, itu bisa saya sebut sebagai cinta terhadap Bendera. Bukan Tanah Air Kita!!! sudah banyak contoh di kalangan berdasi disana, dengan bangga Hormat dengan khitmat nya kepada bendera saat 17 Agustus di Istana Negara dan mengikat sumpah agar Amanah dalam menjalankan tugas, namun akhirnya korupsi dan suap yang menjadi headline di surat kabar, saya bisa jamin, rasa cinta anah air Mereka TAK LEBIH BESAR dari saya yang sudah 3 tahun tidak melakukan upacara bendera dan hormat pada sang saka,
Saya disini hanyalah bocah berusia 17 tahun, yang ingin Bangsa nya Merdeka dengan arti kata Merdeka yang sesungguhnya, WAHAI PARA ANGGOTA DEWAN, SAYA MENANTANG ANDA UNTUK MENEPATI JANJI JANJI MANIS YANG ANDA KUMANDANGKAN , UNTUK MEMAJUKAN BANGSA, MENCERDASKAN BANGSA, DAN MEMBUAT BANGSA IN MERDEKA SEUTUHNYA!!!! BUKAN TIDUR SAAT SIDANG DAN CHATTING SAAT PIDATO KEPRESIDENAN.
Anda boleh tertawa karena usia saya hanyalah 17 tahun dan dianggap anak bawang.Namun saya datang dari Bangsa terkaya di dunia dengan semangat pantang menyerah yang tinggi, Bangsa yang selalu berkerja keras dalam mencapai tujuan.
Soekarno pernah bilang "Berikan aku 10 pemuda, maka aku akan goncangkan dunia!" maka saya dengan jutaan pemuda Indonesia lain nya akan berusaha mewujudkan mimpi sang Proklamator. karena saya yakin saya tak sendiri, masih ada pemuda yang cinta akan Tanah Airnya dan tetap yakin akan ucapan beliau.
Saya tegaskan lagi, Cinta Tanah Air bukan hanya sekedar meletakkan tangan di pelipis anda dengan mengadap ke bendera.BUKAN!!!!. namun itu datang dari hati nurani yang akan menggerakkan tangan dan kaki kita untuk terus menjaga agar bangsa ini tetap bermartabat , tak lagi dicabik cabik bangsa lain dan bisa berdiri tegak sebagai 1 kesatuan.
Semoga semangat yang coba saya tularkan pada para pemuda ini bisa seperti 3 kali kumandang takbir yang di suarakan BUNG TOMO untuk menyemangati arek arek Suroboyo,
67 tahun yang lalu , Sekarang dan Selamanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar